Sukses Gelar Ngulik Talk Vol. 2, Komunitas Ruang Ngulik Ajak Generasi Muda Pekanbaru Bedah Psikologi "Love vs Attachment"

    PEKANBARU – Komunitas Ruang Ngulik kembali membuktikan eksistensinya sebagai wadah edukasi dan diskusi bagi anak muda di Pekanbaru. Melalui gelaran Ngulik Talk Vol. 2 yang dilaksanakan pada Sabtu (28/2), komunitas ini sukses menyedot perhatian puluhan peserta yang memadati L'Cheese Factory, Jalan Durian No. 28, Sukajadi.

    Acara yang berlangsung selama dua jam, mulai pukul 15.00 hingga 17.00 WIB ini, mengangkat tema yang sangat relevan dengan dinamika sosial masa kini, yakni "Butuh Cinta, atau Cuma Takut Sendirian? Mengulik Kesadaran Jiwa: Love VS Attachment".



Mengupas Keresahan Generasi Muda
    Pemilihan tema ini berangkat dari fenomena dan pertanyaan besar yang sering menghantui benak banyak orang: "Kenapa kita terobsesi mencari pasangan?". Dalam diskusi ini, Ruang Ngulik mencoba membedah apakah dorongan untuk berpasangan tersebut murni karena kebutuhan akan kasih sayang (cinta) atau sekadar mekanisme pertahanan diri (coping mechanism) karena takut menghadapi kesendirian.

Perspektif Psikologi: Bukan Sekadar Galau
    Hadir sebagai narasumber utama, Shania Arischa Tama, S.Psi, memberikan bobot akademis dan praktis dalam diskusi tersebut. Sebagai Founder dari platform kesehatan mental Ruang Jiwa (@ruangjiwa.rj), Shania mengajak peserta untuk melihat persoalan asmara bukan dari sisi emosional semata.

sc:ruangjiwa.rj


    "Ini bukan soal galau, ini soal kesadaran (awareness)," menjadi poin kunci yang disampaikan Shania. Ia memaparkan perbedaan tipis namun krusial antara cinta yang tulus (genuine love) dengan kelekatan (attachment). Pemahaman ini diharapkan dapat membantu peserta untuk mengevaluasi kembali kualitas hubungan yang sedang atau akan mereka jalani.



Diskusi Interaktif dan Atmosfer yang "Pecah"
    Tidak seperti seminar konvensional yang kaku, Ngulik Talk Vol. 2 dikemas dengan suasana santai namun sarat makna. Moderator acara, Kak Bunga Yuliana (@boong_boongi) dari Airdroproject, sukses memandu jalannya diskusi menjadi sangat cair. Interaksi dua arah antara narasumber dan audiens terbangun dengan baik, menciptakan suasana yang digambarkan oleh panitia sebagai momen yang "pecah".



    "Terjawab sudah rasa penasaran kita soal obsesi mencari pasangan. Ternyata beda tipis antara butuh cinta beneran sama attachment karena sekadar takut sendirian," ungkap perwakilan panitia Ruang Ngulik usai acara, mengapresiasi antusiasme peserta yang rela meluangkan waktu akhir pekannya.

Kolaborasi Lintas Sektor
    Kesuksesan acara ini juga tidak lepas dari dukungan solid berbagai mitra strategis (support system). Selain L'Cheese Factory yang menyediakan ruang diskusi yang nyaman, acara ini juga didukung oleh Ruang Jiwa, Airdroprojectt, Niominum, Saya Network, dan Maimai PKU.

    Melalui kegiatan rutin seperti Ngulik Talk, Komunitas Ruang Ngulik berharap dapat terus memberikan dampak positif dan wawasan baru (insight) bagi pengembangan diri generasi muda di Pekanbaru.





LIVESAYA NETWORK
LIVE sedang offline

Dukungan Anda Berarti

Situs ini didanai oleh iklan untuk bisa terus membuat konten game dan pop culture. Mohon matikan AdBlock untuk melihat halaman ini.