Kekacauan ini bermula dari laporan jurnalis industri ternama yang menyebutkan bahwa proses pemolesan akhir atau polishing game ini memakan waktu jauh lebih lama dari prediksi awal. Rockstar, yang terkenal perfeksionis dan tidak mau merilis game setengah matang seperti kasus Cyberpunk 2077, kabarnya memilih jalan aman demi kualitas, meskipun harus mengorbankan hati jutaan fans yang sudah menunggu lebih dari satu dekade. Tentu saja, media sosial X dan Reddit langsung meledak dengan meme badut dan curhatan frustrasi para gamer yang merasa di-PHP tingkat dewa, mengingat konsol PS5 Pro mereka sudah dibeli khusus untuk menyambut game ini.
Dampak dari kabar burung ini ternyata bukan cuma bikin mood gamer hancur, tapi juga bikin para investor di Wall Street ketar-ketir. Saham induk perusahaan Rockstar, Take-Two Interactive, dilaporkan mengalami penurunan tajam sesaat setelah rumor ini menyebar luas. Para analis ekonomi menilai bahwa penundaan ini bisa mengacaukan proyeksi keuntungan industri hiburan global tahun depan, mengingat GTA VI diprediksi akan menjadi produk hiburan dengan penjualan tercepat dalam sejarah manusia. Tekanan kini ada di pundak Sam Houser dan timnya untuk segera memberikan klarifikasi resmi sebelum spekulasi liar ini makin tak terkendali.
Namun di balik awan mendung ini, ada pelajaran berharga buat kita semua bahwa membuat game open-world yang masif dan detail itu susahnya minta ampun. Rockstar butuh ribuan orang dan waktu bertahun-tahun untuk menyempurnakan Vice City modern. Hal ini menyadarkan kita bahwa menjadi konsumen pasif yang hanya menunggu itu kadang menyakitkan dan penuh ketidakpastian. Daripada terus-terusan makan hati menunggu game orang lain yang tak kunjung rilis, kenapa tidak mencoba menyalurkan energi kreatifmu untuk menciptakan dunia open-world versi kamu sendiri yang bisa dimainkan sekarang juga?